Pada tanggal 24 bulan lalu, saya memakai headset realitas ekstensi (XR) Samsung Electronics, ‘Galaxy XR’, dan mengaktifkannya. Pandangan dunia nyata di depan saya tetap utuh. Menekan tombol di sudut kanan atas memanggil aplikasi dasar seperti YouTube, Netflix, dan Google Photos ke udara. Menunjuk ke aplikasi YouTube dan menggenggam jempol dan jari telunjuk menyebabkan video YouTube berbaris di tengah udara. Memainkan video realitas virtual (VR) perjalanan melalui Oslo, Norwegia, mengelilingi saya dengan pandangan 360 derajat dari jalan-jalan kota tersebut. Ketika saya bertanya pada AI Gemini, “Rekomendasikan video kota-kota lain,” segera muncul video VR sebuah kota kecil Swiss, memberi saya rasa seperti sedang bepergian ke negara lain secara instan.
Saya menguji Galaxy XR, yang dirilis oleh Samsung pada tanggal 22 bulan lalu, selama tiga hari. Galaxy XR adalah headset yang merealisasikan lingkungan XR yang menghubungkan dunia nyata dan dunia virtual. Samsung menekankan kompetitifnya konten dan kecerdasan buatan dibandingkan pesaing seperti ‘Quest 3’ milik Meta dan ‘Vision Pro’ milik Apple. Saya bisa menggunakan berbagai aplikasi yang tidak tersedia pada produk pesaing. Fitur kecerdasan buatan juga terintegrasi secara mulus ke dalam semua aplikasi dan fungsi, bertindak seperti asisten pribadi.
◇Semua Konten dalam VR
Galaxy XR dapat dikendalikan melalui pandangan mata, gerakan tangan, dan suara. Ketika dipakai pertama kali, layar ‘pass-through’ yang menampilkan dunia nyata muncul. Menekan tombol di sebelah kanan atas atau menggenggam (menyentuh ibu jari dan jari telunjuk) dengan telapak tangan menghadap tubuh membuka aplikasi layar beranda. Memilih sebuah aplikasi akan menjalankannya di udara, di mana dapat dimanipulasi dengan tangan. Pengaturan tambahan memungkinkan pemilihan arah berdasarkan pandangan mata dan fungsi pinch-to-launch. Baterai eksternal harus terhubung selama penggunaan.

Kinerja perangkat keras stabil. Dengan berat 545 gram, perangkat ini tidak sepenuhnya ringan, tetapi berada di antara Meta Quest 3 (515 gram) dan Apple Vision Pro (750 gram). Berbeda dengan pesaingnya yang menempatkan bobot pada tulang pipi, Galaxy XR menempel di dahi melalui pengatur di bagian belakang. Desain ini mengurangi ketidaknyamanan selama penggunaan yang lama. Posisi lensa menyesuaikan secara otomatis berdasarkan penjajaran mata, memastikan fokus yang konsisten. Jika tidak dipakai dengan benar, perangkat ini memberi panduan penyesuaian, seperti “geser ke kiri” atau “putar ke kanan.” Pengguna pertama XR kemungkinan besar akan beradaptasi tanpa kesulitan. Sensor untuk pemantauan pandangan, tangan, dan kedalaman berfungsi secara andal.

Keuntungan terbesar adalah keragaman konten. Berbeda dengan pesaing yang memerlukan akses situs web untuk YouTube atau Netflix, Galaxy XR secara native mendukung aplikasi-aplikasi ini. Hal ini membuat konsumsi video VR menjadi jauh lebih praktis.
Aplikasi Google Photos mengubah foto 2D yang ada menjadi 3D. Dalam Google Meet, panggilan video terasa seperti percakapan tatap muka. ‘Galaxy Avatar’ yang sudah dibuat (karakter virtual yang dimodelkan sesuai pengguna) meniru ekspresi dan gerakan tangan dengan sedikit jeda. Semua aplikasi dari Google Play Store dapat diakses secara gratis.
Fitur AI, yang dikembangkan bersama Google, diimplementasikan dengan baik. Menahan tombol atas atau mengatakan “Hey Google” memanggil Gemini di lingkungan apa pun. Meminta, “Putar video basket yang didukung VR,” membuat YouTube mencari konten yang relevan. Mengatakan, “Atur jendela,” mengatur aplikasi yang berantakan dalam baris lurus. Bertanya, “Cari restoran dekat Gwanghwamun,” menampilkan rekomendasi di Google Maps, dengan ‘View Imersif’ yang memungkinkan eksplorasi virtual. Menggunakan fitur ‘Circle to Search’ pada bunga nyata mengidentifikasinya sebagai amaryllis.

◇Waktu yang Dibutuhkan untuk Menguasai
Menyesuaikan diri dengan perangkat XR membutuhkan waktu. Gerakan ‘pinch’ terkadang tidak dikenali kecuali dilakukan secara berlebihan. Perintah suara melalui Gemini lebih praktis daripada gerakan pinch untuk sebagian besar kontrol aplikasi.
Masalah terkait lainnya adalah masukan keyboard. Memasukkan kata sandi, ID, atau email melalui sentuhan pada keyboard yang padat menjadi merepotkan. Sebuah kontrol terpisah (330.000 won Korsel) dijual untuk manipulasi yang lebih mudah, tetapi harganya yang tinggi menjadi penghalang. Mengaktifkan ‘Kontrol Sentuh’ di pengaturan laboratorium memungkinkan input kata sandi dengan meniru sentuhan ponsel, yang secara parsial menyelesaikan masalah tersebut.
Galaxy XR tampaknya cocok untuk mereka yang mencari perangkat XR premium. Ia melebihi Meta Quest 3 (700.000 won Korea) dalam layar dan konten. Apple Vision Pro, yang beratnya 800 gram dan harganya 5.000.000 won Korea, kurang terjangkau. Galaxy XR menawarkan konten video yang imersif dan AI dengan setengah harga Vision Pro, serta berat yang relatif lebih ringan.
