Pada pagi hari tanggal 22 di hall pameran Samsung Electronics di Seocho-gu, Seoul. Setelah memakai produk realitas terluas (XR) baru Samsung Electronics, ‘Galaxy XR,’ dan mengatakan, “Gemini, bimbing saya ke Manhattan, New York,” layar muncul seolah melihat pusat Manhattan dari langit. Ketika ditanya untuk merekomendasikan restoran pizza terdekat, itu menemukan restoran di Google Maps dan memungkinkan pengecekan menu spesial toko atau tampilan interior. Video panggung idola realitas virtual (VR) yang dilihat melalui aplikasi YouTube terlihat seolah-olah menonton tarian langsung di depan mata.
Samsung Electronics meluncurkan headset XR ‘Galaxy XR’ di Korea Selatan dan Amerika Serikat pada tanggal 22. XR adalah konsep yang mencakup realitas virtual (VR), realitas tambahan (AR), dan realitas campuran (MR), merujuk pada teknologi yang menghubungkan dunia nyata dan virtual. Di tengah persaingan sengit antara perusahaan teknologi global seperti Meta dan Apple, Samsung Electronics menargetkan headset XR sebagai perangkat berikutnya setelah ponsel pintar dan masuk ke pasar untuk memperoleh pangsa pasar.
◇AI dan aplikasi yang dilengkapi XR
Galaxy XR adalah perangkat XR berkinerja tinggi pertama yang dikembangkan melalui kolaborasi antara Samsung Electronics, Google, dan Qualcomm. Perangkat ini dilengkapi kamera yang mengenali gerakan mata, ruang sekitar, dan gerakan tangan, memungkinkan pengguna mengontrol perangkat dengan gerakan mata, tangan, dan suara sambil menggunakan headset. Chipset, yang bertindak sebagai otaknya, adalah Snapdragon ‘XR2+ 2nd Gen.’ dari Qualcomm. Beratnya 545 gram, lebih ringan dibandingkan Vision Pro Apple (sekitar 800 gram). Harga mulai dari 2.690.000 won Korea, sekitar setengah harga Vision Pro Apple (4.990.000 won Korea). Ini memiliki layar micro-OLED 4K.

Samsung menekankan perangkat lunak daripada perangkat keras pada hari ini. Galaxy XR adalah perangkat pertama yang memiliki Android XR, sistem operasi khusus XR. Berbeda dengan Vision Pro Apple yang tidak mendukung YouTube atau Netflix, Android XR memungkinkan penggunaan semua aplikasi yang tersedia di Google Play Store dalam lingkungan XR. Selain aplikasi Google seperti Google Maps, Google Photos, dan YouTube, pengguna juga dapat menggunakan aplikasi yang sebelumnya digunakan di ponsel pintar. Konten eksklusif XR juga dirilis di platform streaming Naver ‘Chzzk’, dan rencananya akan mengembangkan konten XR yang terhubung dengan layanan global seperti Adobe, MLB (Major League Baseball), dan NBA (National Basketball Association).
Model AI Google Gemini terintegrasi, memungkinkan AI untuk mengenali apa yang dilihat dan didengar pengguna. Pengguna dapat memanggil Gemini kapan saja selama menggunakan perangkat untuk meminta tugas atau bertanya. Fitur ‘Circle to Search’ memungkinkan pencarian langsung informasi tentang objek dunia nyata yang terlihat.

◇ Persaingan global yang semakin memanas
Pasaran perangkat XR saat ini dipimpin oleh Quest 3 Meta dan Vision Pro Apple. Hingga kuartal kedua, Meta menguasai 71% pasar perangkat XR global, sementara Apple memiliki 4%. Quest 3 Meta berhasil memperoleh pangsa pasar dengan rentang harga sekitar 700.000 won Korea. Apple merilis Vision Pro baru yang dilengkapi chip M5 pada hari yang sama.
Samsung juga bekerja sama dengan Google untuk mengembangkan kacamata pintar generasi berikutnya, yang dianggap sebagai pasar kompetitif berikutnya setelah headset XR. Bulan lalu, Meta membuka pintu dengan merilis ‘Meta Ray-Ban Displays’, kacamata pintar yang dilengkapi layar dan kecerdasan buatan. Kim Jung-hyun, Kepala CX di Divisi MX Samsung Electronics (Vice President), mengatakan, “Mempertimbangkan ekspandabilitas bentuk faktor (bentuk perangkat mobile), kami akan terus berkembang dalam platform kacamata pintar.” Samsung Electronics berencana bekerja sama dengan merek aksesori mata Gentle Monster dan Warby Parker untuk merilis kacamata pintar yang kompetitif.
