
Oktaviani Gabriela Wowiling, akrab disapa Viany, lahir pada 20 Oktober 2003 di Manado. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana yang penuh kasih. Sang ayah bekerja sebagai Satpam di Universitas Sam Ratulangi Manado, sementara ibunya berperan sebagai ibu rumah tangga.
Viany juga memiliki seorang adik laki-laki yang menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Tanggal 1 Maret 2010, seiring dengan pertama kalinya PPA ID0257 bermitra dengan Compassion East Indonesia. Dalam kehidupan yang penuh kesederhanaan, sang ayah sebelum diterima menjadi petugas keamanan (Satpam) di Universitas Sam Ratulangi Manado, bekerja sebagai seorang petugas kebersihan yang setiap hari bekerja membersihkan halaman di kampus Unsrat. Sejak SD Viany sudah ikut membantu
papanya menyapu halaman kampus. Sebelum memulai sekolah, pagi-pagi benar Viany dan papa sudah di kampus untuk menyapu. Saat jam sekolah, maka papa akan mengantar Viany ke sekolah. Viany melakukannya sampai tamat SMA. Hari-hari dijalani dengan sukacita dan semangat untuk menjadi orang sukses, sampai selesai SMA itu dibuktikan dengan prestasi yang didapat Viany di sekolah sebagai juara kelas.

Setelah lulus SMA, Viany melanjutkan sekolah di Fakultas Kedokteran Jurusan Keperawatan Universitas Sam Ratulangi Manado pada tahun 2021 dan telahmenyelesaikan pendidikan S1 dan resmi dinyatakan luluspada 19 Juni 2025. Sekarang Viany adalah mahasiswa aktif
Program Profesi Ners di Universitas Sam Ratulangi.
Bersyukur kepada Tuhan, Viany adalah contoh nyata bahwa latar belakang bukanlah penghalang untuk meraih impian.
Perjalanan akademik Viany dipenuhi pencapaian luar biasa, ia menyelesaikan studi S1 tanpa harus mengikuti ujian skripsi dan KKN, sebagai bentuk penghargaan dari universitas karena keberhasilannya lolos sebagai peserta Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37 yang diselenggarakan oleh Kemdikbud Ristek di Universitas Airlangga. Dalam ajang bergengsi tersebut, Viany mewakili Universitas Sam Ratulangi dan berhasil meraih Juara 3 (Medali Perunggu) dari total 43.000 peserta nasional, dengan hanya 3.058 mahasiswa yang lolos ke tahap PIMNAS. Pada tahun 2024, ia juga meraih Juara Harapan 3 dalam International Scientific Health Essay Competition, menunjukkan kapasitasnya dalam berpikir
kritis dan menulis ilmiah di tingkat internasional.

Tak hanya unggul di bidang akademik, Viany juga aktif dalam kegiatan sosial dan kepemudaan, terpilih sebagai Remaja Teladan GMIM Putri dan Persahabatan Wilayah Manado Barat Daya pada tahun 2020,
Dinobatkan sebagai Duta Lingkungan Sulawesi Utara tahun 2025, membuktikan kepeduliannya terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.
Sebagai bagian dari pendidikan profesi Ners, Viany saat ini menjalani praktik di RSUP Kandou, salah satu rumah sakit rujukan utama di Sulawesi Utara. Pengalaman ini memperkuat kompetensinya sebagai calon perawat profesional yang siap melayani masyarakat dengan hati dan keahlian.
Perjalanan Viany selama 15 tahun sebagai anak PPA bukan sekadar cerita tentang bantuan, tetapi tentang transformasi. Dari seorang anak yang bergabung pada 1 Maret 2010, hingga menyelesaikan program pada 28 Oktober 2025, Viany telah menunjukkan bahwa dengan dukungan yang tepat, kerja keras, dan iman yang teguh, mimpi besar bisa menjadi kenyataan. juga aktif berbagi ilmunya kepada adikadik yang ada di PPA. Dalam kelas Alpha Youth, Viany berperan menjadi Leader dalam kelompoknya. Dalam beberapa kegiatan Retreat youth, Viany ikut mendampingi sebagai kakak pendamping kelompok juga bertanggungjawab dalam seksi kesehatan. Saat ini Viany sudah lulus dari program PPA dan masih terus
memberi diri memberi motivasi bagi adik adik di Pusat Pengembangan Anak GMIM Bait El . Kisah Viany adalah bukti bahwa PPA bukan hanya membentuk anak-anak menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi pemimpin masa depan yang berdampak secara akademik, sosial, dan spiritual

ditulis oleh
Jul Merry Mandey – GMIM Bait El Bahu Manado
