P. Saya adalah seorang orang tua yang sedang membesarkan anak berusia 4 tahun. Anak saya sangat tidak suka membaca, hal ini membuat saya khawatir. Saya mencoba membacakan buku kepadanya selama 30 menit sehari, tetapi mereka cepat terganggu atau berkata, “Ini membosankan!” dan menghindari waktu membaca. Bahkan ketika saya mengganti jenis bukunya, kondisinya tetap sama. Bagaimana cara saya bisa membantu anak saya menjadi lebih akrab dengan buku?
A. Sering memperkenalkan anak kepada buku sangat penting. Waktu yang dihabiskan orang tua membacakan buku kepada anaknya bukan hanya “waktu membaca”, tetapi juga masa ketika anak mendengarkan, membayangkan, dan secara aktif menggunakan otaknya. Hal ini juga membantu mereka menghubungkan ucapan dengan teks, secara alami memicu minat terhadap huruf. Di atas segalanya, ini adalah waktu berharga untuk ikatan emosional antara orang tua dan anak.
Untuk membuat waktu ini menyenangkan, fokuslah pada “cara membaca dengan gembira” daripada “berapa lama membaca.” Anak berusia 4 tahun memiliki perhatian yang singkat, jadi 30 menit sekaligus terlalu lama. Sesi membaca yang singkat namun menyenangkan lebih efektif. Tidak masalah jika membaca buku yang sama berulang kali. Kuncinya adalah membaca secara konsisten setiap hari dalam suasana yang ceria. Beberapa hari mungkin lebih lama, dan beberapa hari berakhir lebih cepat—ini diterima.
Biarkan anak memilih buku-buku tersebut sendiri. Hanya ketika seorang anak memilih sebuah buku, mereka akan merasa tertarik dan membacanya hingga selesai. Beberapa orang tua khawatir, “Saya khawatir karena anak saya hanya ingin membaca buku tentang dinosaurus atau mobil,” tetapi membaca ulang buku tentang topik favorit adalah hal yang alami. Memperkenalkan berbagai format seperti buku dengan ilustrasi 3D, majalah anak-anak, kamus gambar, dan buku puisi juga bermanfaat.
Cara efektif lainnya adalah mengunjungi perpustakaan bersama anak. Perpustakaan sering memiliki kartu baca yang dapat dibuat sendiri oleh anak-anak dan ruang baca khusus untuk anak-anak, memungkinkan mereka menikmati buku secara menyenangkan. Intinya adalah memberikan pengalaman kepada anak bahwa “buku itu menyenangkan.”
Terakhir, perilaku orang tua secara besar memengaruhi hubungan anak dengan buku. Jika anak sering melihat orang tua mereka membaca atau menulis, mereka secara alami akan mengembangkan minat terhadap buku. Jangan pernah lupa bahwa ketika orang tua dekat dengan buku, anak-anak juga secara alami menjadi akrab dengan buku-buku tersebut.
